Menurutnya, adanya kejanggalan tersebut adalah murni kesalahan dari KPU sendiri.
"Ini berarti ada yang salah, saya menyalahkan KPU. Jadi KPU harus diperiksa. Jangan sampai ini merugikan partai, merugikan rakyat Indonesia, merugikan 278 jiwa rakyat Indonesia yang terwakili dalam 204 juta DPT," tandasnya.
Sementara itu politisi PSI, Cheryl Tanzil merespons dugaan tuduhan curang dari sejumlah pihak dan menyebut PSI menang atau kalah tetap
dibully.
"Kita kan negara demokrasi ya, setiap orang bebas berekspresi. Tapi hati-hati, kalau teriak curang dan menuduh PSI tapi tidak bisa
membuktikan secara hukum. Karena kami pun sangat terbuka kalau memang ada kecurangan silakan laporan kita ada mekanisme ada
Bawaslu ya, silahkan aja," kata Cheryl, Sabtu (2/3/2024).
"Saya rasa ini ironis sekali partai kami ya, karena apapun yang terjadi pada partai kami, kami tetap dibully. Misalnya, kalau partai kami
menang, kami akan dibilang curang karena partai yang pemilu sebelumnya tidak menang lalu sekarang menang, dibilang curang. Lalu kalau
kami kalah kami dibully juga bahwa Kaesang itu tidak berpengaruh. Jadi apapun itu ya kami sudah siap. Ini bagian dari berjuang untuk
demokrasi," ujarnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.