WASHINGTON - Sebuah kapal militer Amerika Serikat (AS) berlayar menuju Timur Tengah, membawa peralatan untuk membangun dermaga sementara di lepas pantai Gaza, kata tentara.
Kapal pendukung, Jenderal Frank S Besson, berlayar dari pangkalan militer di negara bagian Virginia pada Sabtu, (9/3/2024) . Ini terjadi setelah Presiden Joe Biden mengatakan AS akan membangun pelabuhan terapung untuk membantu mengirimkan bantuan ke Gaza melalui laut.
PBB telah memperingatkan bahwa kelaparan di Jalur Gaza “hampir tidak bisa dihindari” dan anak-anak mati kelaparan.
Pengiriman bantuan melalui darat dan udara terbukti sulit dan berbahaya.
Program Pangan Dunia (WFP) harus menghentikan pengiriman barang melalui jalur darat setelah konvoi mereka diserang tembakan dan penjarahan. Dan pada Jumat, (8/3/2024) terdapat laporan bahwa lima orang tewas akibat jatuhnya paket bantuan, ketika parasutnya tidak dapat dibuka dengan benar.
Kapal AS berangkat "kurang dari 36 jam" setelah Biden menyampaikan pengumumannya, tulis Komando Pusat AS di X, sebagaimana dilansir BBC.
Mereka “membawa peralatan pertama yang membangun dermaga sementara untuk mengirimkan pasokan kemanusiaan yang penting” ke Gaza, lanjut pernyataan itu.
Pentagon mengatakan dibutuhkan waktu hingga 60 hari untuk membangun dermaga dengan bantuan 1.000 tentara – tidak ada satupun yang mau mendarat.
Badan-badan amal mengatakan mereka yang menderita di Gaza tidak bisa menunggu selama itu.