Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Plafon SD Negeri Ciherang Tertimpa Atap, Warga Panik Dengar Dentumannya

Dharmawan Hadi , Jurnalis-Minggu, 10 Maret 2024 |15:28 WIB
Plafon SD Negeri Ciherang Tertimpa Atap, Warga Panik Dengar Dentumannya
Palfon SDN di Sukabumi jebol (Foto : MPI)
A
A
A

SUKABUMI - Warga di lokasi bencana pergerakan tanah, Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, dikagetkan oleh atap sekolah yang ambruk, pada Sabtu 9 Maret 2024, sekira pukul 16.50 WIB.

Suara gemuruh dan dentuman keras yang berasal dari kejadian tersebut, membuat panik sejumlah warga. Para penyintas bencana ketakutan kejadian tanah bergerak terjadi kembali seperti kejadian pada Minggu (13/12/2020) silam.

Informasi yang dihimpun, awalnya sebagian warga menduga bunyi dentuman itu berasal dari ambruknya salah satu rumah atau tanah longsor di pinggiran permukiman. Namun setelah diperiksa, ternyata atap Sekolah Dasar (SD) Negeri Ciherang ambruk.

"Saya lagi duduk bersama kakak di rumah, tiba-tiba mendengar bunyi seperti dentuman. Kami sempat kaget mendengarnya. Selain bunyi seperti dentuman itu kami juga merasakan getaran, namun terasanya kecil," ujar warga setempat, Linda (33) kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (10/3/1024).

Lebih lanjut Linda menjelaskan, awalnya dirinya bersama warga lain, menduga ada rumah tetangga di pinggiran lerengan yang ambruk terbawa longsor. Karena penasaran akhirnya berjalan mengecek ke sumber bunyi yang berlokasi di bawah posisi rumahnya.

"Saat di depan SD Negeri Ciherang, sejumlah warga lain sudah berkerumun karena juga mendengar bunyi dentuman. Ternyata sumber bunyi itu berasal dari ambruknya bagian atap ruang kelas paling belakang hingga ke lantai," ujar Linda yang lokasi rumahnya 100 meter dari SDN Ciherang.

Sementara itu Ketua Komite SD Negeri Ciherang, Kiki Hermansyah menjelaskan, bunyi dentuman dan gemuruh memang berasal dari adanya bagian atap bangunan kelas yang ambruk. Beruntung saat kejadian sudah tidak ada proses kegiatan belajar mengajar.

"Bagian atap ruang kelas 5 ada yang ambruk. Beberapa genting menimpa plafon sehingga jatuh menimpa lantai. Saat itu ruang kelas dalam kondisi tertutup, sudah sore. Yang ambruk beberapa genting dan reng atau kayu-kayu yang rapuh lalu menimpa plafon hingga membentur lantai," ujar Kiki.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement