Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Orang Meninggal dan 53 Warga DIY Suspek Antraks, Ternyata Ini Pemicunya

Erfan Erlin , Jurnalis-Rabu, 13 Maret 2024 |17:45 WIB
Satu Orang Meninggal dan 53 Warga DIY Suspek Antraks, Ternyata Ini Pemicunya
A
A
A

YOGYAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIY, Pembajun Setyaningastutie menyebut jika terpaparnya antraks ke warga Sleman dan Gunungkidul karena tradisi brandu yaitu menyembelih hewan ternak yang sakit atau mati kemudian membagi-bagikan dagingnya ke tetangga atau saudara untuk kemudian dikonsumsi.

Pembajun mengungkapkan saat ini ada 53 orang yang suspect antraks. Mereka terdiri dari 23 warga dusun Kalinongko Kalurahan Gayamharjo Kapanewon Prambanan Sleman dan 30 warga Padukuhan Kayoman Kalurahan Serut Kapanewon Gedangsari, Gunung Kidul. Seorang warga Kalinongko meninggal dunia.

"Untuk warga yang meninggal ini belum bisa dipastikan positif Antraks. Sebab dia meninggal sebelum diambil sampelnya," kata dia, Rabu (13/3/2024) di gedung DPRD DIY.

Temuan kasus dugaan penyakit antraks ini bermula saat Dinas Kesehatan Gunung Kidul menerima informasi dari Dinkes Sleman pada tanggal 7 Maret 2024. Dinkes Gunungkidul mendapat informasi ada warganya yang terpaksa dirawat di RSUD Prambanan dengan gejala antraks. Pasien itu masuk ke RSUD Prambanan 8 Maret 2024 atas nama S.

Dinkes pun kemudian melakukan PE awal. Hal ini dilakukan untuk menelusuri penyebarannya. Dinkes Gunung Kidul kemudian berkoordinasi untuk info lebih lanjut dengan Puskesmas Gedangsari 2 dan RSUD Prambanan untuk memastikan apakah benar antraks atau bukan.

Setelah itu, bersama Satuan Tugas One Health, Dinkes Gunung Kidul, Dinkes Sleman, Puskesmas Gedangsari serta Puskesmas Prambanan, melakukan epidemiologi gabungan ke lokasi perbatasan Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunung Kidul dan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan.

"Jadi tahu ya lokasinya, berbatasan. Sehingga paham munculnya di Gunungkidul tetapi kok ada Sleman juga," terangnya.

Dari hasil penelusuran lebih lanjut, Dinkes menemukan fakta jika pada 12 Februari 2024 ada satu kambing milik warga Padukuhan Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunung Kidul berinisial S mati dan dikubur. Sedangkan tiga kambing lainnya disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga sekitar.

Satu hari setelah itu, seekor sapi milik S juga ditemukan mati mendadak. Karena merasa baik-baik saja, malam harinya sapi itu dikuliti dan dagingnya dibagikan kepada warga dan kemudian dikonsumsi. Dukuh setempat sebenarnya sudah mengingatkan tetapi dagingnya terlanjur dibagikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement