Rafah dipenuhi dengan sekitar 1,5 juta warga Palestina yang mencari perlindungan dari serangan darat Israel di tempat lain di Gaza.
UNRWA mengatakan setidaknya 165 dari 13.000 karyawannya di Gaza tewas dan lebih dari 150 fasilitasnya terkena dampak sejak dimulainya perang.
Lebih dari 400 orang juga terbunuh saat mencari perlindungan di bawah bendera PBB, menurut badan tersebut.
Israel menuduh UNRWA mendukung Hamas, yang dilarang sebagai organisasi teroris oleh Israel, Inggris, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain.
Badan tersebut membantah hal ini, namun pada bulan Januari mereka memecat sembilan dari 12 karyawan yang dituduh dalam dokumen Israel berperan dalam serangan 7 Oktober.
PBB belum mempublikasikan hasil penyelidikan internal yang diluncurkan ketika AS dan donor lainnya menghentikan pendanaan sebagai tanggapan atas tuduhan tersebut.
Seperti diketahui, perang di Gaza dimulai ketika orang-orang bersenjata Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 lainnya.
Lebih dari 31.200 orang telah terbunuh di Gaza dalam kampanye militer yang dilancarkan Israel sebagai tanggapannya, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.