Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puncak Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Juli-Agustus 2024, Ini Bencana yang Berpotensi Terjadi

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 15 Maret 2024 |21:26 WIB
Puncak Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Juli-Agustus 2024, Ini Bencana yang Berpotensi Terjadi
Kebakaran lahan di Seuneubok Teungoh, Arongan Lambalek, Aceh Barat (Foto: ANTARA)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia tahun ini terjadi pada Juli hingga Agustus 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi dalam menghadapi musim kemarau pada tahun 2024.

Ia mengimbau pemerintah Daerah hingga masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya.

“Wilayah tersebut diprediksi dapat mengalami peningkatan risiko bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan kekurangan sumber air,” kata Dwikorita dalam konferensi pers melalui Zoom, Jumat (15/3/2024).

 BACA JUGA:

Ia mengatakan, perlu adanya tindakan antisipasi pada wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau di atas normal atau lebih basah dari biasanya.

“Terutama untuk tanaman pertanian dan hortikultura yang sensitif terhadap curah hujan tinggi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai pemda bisa lebih optimal melakukan penyimpanan air pada akhir musim hujan untuk memenuhi danau, waduk dan penyimpanan air lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan.

Sebelumnya Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa 317 zona musim (ZOM) atau 45,61% akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2024.

“Yaitu meliputi sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua,” kata Dwikorita.

 BACA JUGA:

Meski begitu, ia mengatakan ada sebagian wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada Juli atau lebih awal yaitu sebanyak 217 ZOM atau 31,22%, dan September atau lebih akhir 9,78% atau 68 ZOM.

“Puncak musim kemarau pada bulan Juli adapun wilayahnya Pulau Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Kalimantan Utara,” ujarnya.

Secara umum, lanjut Dwikorita, awal kemarau akan terjadi pada April 2024. Kemudian mendominasi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada periode Mei hingga Agustus 2024.

Secara rinci, sebanyak 90 zona musim (ZOM) atau 13 persen dari total 699 ZOM, diprediksi akan memasuki musim kemarau pada April 2024.

Wilayah yang masuk dalam 90 ZOM itu meliputi sebagian Bali, NTB, NTT, pesisir utara dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat (pesisir utara Jawa), dan bagian pesisir Jawa Timur.

Lalu, sebanyak 133 ZOM atau 19 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei 2024, meliputi wilayah Jakarta, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil Maluku, sebagian Papua, dan Papua Selatan.

Sebanyak 167 ZOM atau 24 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni.

"Meliputi sebagian besar Pulau Sumatera, Banten, sebagian besar Jawa Barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Maluku bagian Kepulauan Aru dan Tanimbar," pungkasnya.

Adapun Curah hujan yang turun selama periode musim kemarau 2024 diprediksi normal hingga lebih basah dibandingkan dengan kondisi normal.

Meski begitu, beberapa daerah diprediksi mengalami curah hujan yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement