Pasca kejadian itu, Sujendro menyebut telah menghubungi yang bersangkutan untuk memberikan imbauan agar tidak menyampaikan materi bermuatan politik.
"Sata bilang, lain kali tidak usah menyinggung masalah politik, nanti kasihan jamaahnya," terangnya.
Pihaknya juga telah mengklarifikasi masalah ini kepada Kemenag Bantul. Pihaknya juga akan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi pelaksanaan Sholat Ied agar tidak terjadi di tahun-tahun selanjutnya.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan momen jamaah meninggalkan lokasi Sholat Idul Fitri viral di media sosial ketika khatib menyampaikan ceramah menyangkut pemilu curang. Video yang diunggah oleh Akun X @merapi_uncover itu menyebut peristiwa ini terjadi di Lapangan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul.
"Sholat ied di lapangan Tamanan Bantul lagi rame lur, khotbah politik di tinggal bubar jamaah," tulis akun itu, dikutip Jumat.
Ada dua video berdurasi pendek yang diunggah itu. Pertama, menampilkan sejumlah jamaah meninggalkan lapangan tempat salat dan kedua, menunjukkan sosok khatib dengan ceramahnya yang menyinggung kecurangan pemilu melibatkan pejabat negara.
"Oleh para pejabat negara menjadi sangat lebih memalukan dan memuakkan karena kecurangan dalam pemilu yang dinilai banyak pihak yang terburuk dalam sejarah Indonesia. Ironisnya problematika pelanggaran pemilu yang sering disebut terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif terjadi justru di terkait dengan perilaku Joko Widodo sebagai presiden RI, sebagaimana yang tersebar luas di media sosial dan surat kabar," kata sosok khatib dalam video.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.