Dalam situasi Pajang yang tengah dilanda ketidakstabilan itu, Pangalasan, mitra dan teman baik Senopati di Pajang, memberitahukan kepada Senopati tentang situasi tersebut. Bukan hanya itu, Pangalasan juga memprovokasi atau memanas-manasi Senopati, untuk melakukan pemberontakan ke Pajang, dan merebut takhta Pajang dari tangan Arya Pangiri.
Dalam provokasinya itu, Pangalasan mengatakan bahwa jika Senopati melakukan serangan ke Pajang, maka ia akan didukung mayoritas rakyat Pajang. Sebab mereka umumnya sangat benci dengan raja Pajang yang baru. Pada saat yang sama, Pangeran Benawa sama sekali tidak menikmati posisinya sebagai adipati Jipang.
Sehari-harinya ia selalu dirundung kesedihan karena lepasnya tahta Pajang dari tangannya. Ia merasa sebagai seorang pangeran yang dibuang dari pusat ibu kota. Karena kesedihannya inilah, Pangeran Benawa dalam sebuah mimpinya bertemu dengan ayahandanya, Sultan Hadiwijaya, yang telah wafat.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.