Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Gunungkidul, Korban Digorok Lehernya saat Terlelap Tidur

Erfan Erlin , Jurnalis-Rabu, 24 April 2024 |16:27 WIB
Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Gunungkidul, Korban Digorok Lehernya saat Terlelap Tidur
Rekonstruksi suami bunuh istri di Gunung Kidul (Foto: MPI)
A
A
A

YOGYAKARTA - Setelah 4 bulan lebih, polisi akhirnya menggelar rekonstruksi peristiwa suami bunuh istri yang terjadi di Dusun Dedel Kalurahan Dadapayu Kapanewon Semanu, Gunungkidul.

Sebanyak 21 adegan diperagakan tersangka pembunuhan Riyadi (59) dalam reka adegan yang berlangusng pada hari ini, Rabu (24/4/2024).

Rekonstruksi sendiri dimulai pukul 10.00 WIB dengan disaksikan oleh ratusan warga. Tersangka sendiri hadir dengan pengawalan puluhan petugas kepolisian lengkap. Ketika tersangka turun dari mobil polisi, kepalanya ditutup sabo warna hitam.

Teriakan hingga hujatan terdengar ketika tersangka turun dari mobil polisi. Namun demikian, warga tidak ada yang mencoba mendekat ke tersangka. Umpatan dan hujatan terus terdengar selama proses rekonstruksi berjalan.

Proses rekonstruksi sendiri dimulai dari tersangka R yang tidur di atas bale-bale di samping istrinya (korban) yang bernama Sukiyem (57). Dalam rekonstruksi itu, Sukiyem tidur di kasur yang diletakkan di lantai.

Dan saat terlelap, Riyadi kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil pisau yang biasa ia gunakan menyembelih sapi. Ketika terlelap itulah, tersangka langsung menggorok korban. Dalam rekonstruksi tersebut terungkap tidak ada perlawananan dari korban.

Usai membunuh korban, pelaku berusaha menggorok lehernya. Setelah itu terungkap jika tersangka sempat pingsan dan usai siuman tersangka kemudian menulis surat permintaan maaf dan menghubungi keponakannya melalui aplikasi whatsapp.

Kapolsek Semanu AKP Pudjijono mengatakan bahwa proses rekonstruksi memang baru bisa dilaksanakan saat ini karena menunggu kesembuhan dari pelaku. Pelaku selama ini memang menjalani perawatan karena luka menganga di lehernya akibat mencoba bunuh diri.

"Baru sembuh. Dan langsung kita lakukan rekonstruksi," terang dia.

Pudjijono menambahkan bahwa proses rekonstruksi ini merupakan bagian dari pemberkasan yang mereka lakukan. Di mana saat ini berkas proses pembunuhan tersebut sudah memasuki p18 atau p19. Dan dengan tambahan data dari rekonstruksi ini diharapkan berkas lengkap dan segera bisa diserahkan ke pengadilan.

Untuk motif sendiri, lanjut dia, masih seperti yang dia ungkapkan sebelumnya yaitu karena ekonomi dan juga dipicu rasa cemburu. Sementara untuk upaya bunuh diri dari tersangka hanyalah sebagai alibi dari yang bersangkutan. "(Bunuh diri) itu hanya alibi," tegas Pudjinono.

Dalam rekonstruksi itu sendiri, polisi menghadirkan 4 orang saksi yang mengetahui awal peristiwa pembunuhan itu. Pihaknya juga mengajak tim jaksa penuntut umum untuk menyaksikan proses rekonstruksi tersebut.

Dalam perkara ini tersangka bakal dikenakan pasal berlapis di mana pasal pertama adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kemudian pasal pembunuhan berencana. Ancaman hukuman terhadap pelaku adalah 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (5/1/2023) lalu, warga Dusun Dedel geger. Sukiyem ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Di dekat Sukiyem, R nampak memegang sebuah surat bertuliskan tangan dengan leher terluka sayatan dalam kondisi menganga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.55 WIB, bermula ketika R yang menelpon keponakannya yaitu Erni Susilowati untuk bergegas ke rumahnya. Tak berselang lama dari telpon dimatikan, Erni bersama anaknya datang ke rumah Pamannya tersebut untuk memastikan apa yang terjadi.

Kaget bukan main, baru hendak masuk dalam rumah Erni disodori selembar kertas. Saat ia melihat ke Ria mendapati leher Riyadi sudah terdapat sayatan dan mengeluarkan darah.

“Saya sempat menerima surat tersebut namun kemudian saya lempar dan saya lari untuk meminta pertolongan," papar Erni saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga pun berdatangan untuk mengecek apa yang terjadi. Namun pada saat itu, Sukiyem sudah dalam kondisi meninggal dunia berlumuran darah dan R mengalami luka sayatan di lehernya. Sepucuk surat tulisan tangan R yang berisi permintaan maaf pelaku

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement