Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Gempa Garut M6,5 Bikin Panik Warga, Sejumlah Bangunan Rusak dan 3 Orang Terluka

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Minggu, 28 April 2024 |06:47 WIB
5 Fakta Gempa Garut M6,5 Bikin Panik Warga, Sejumlah Bangunan Rusak dan 3 Orang Terluka
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Gempa berkekuatan M6,5 mengguncang Garut, Jawa Barat, pukul 23.29 WIB, Sabtu (27/4/2024). Gempa tersebut terasa di banyak daerah di Indonesia. Berikut sejumlah faktanya:

1. Terasa di Jakarta hingga Jatim

Informasi gempa bumi disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

Adapun gempa terasa di Sukabumi IV MMI, Bandung III-IV MMI, Tangerang, Tangsel, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap III MMI, Bantul, Sleman, Kulonprogo, hingga Trenggalek II MMI

 BACA JUGA:

BMKG merinci, lokasi gempa di 8.42 LS, 107.26 BT atau 151 Km Barat Daya Garut, Jabar. Adapun gempa tersebut berkedalaman 10 Km.

BMKG memberikan catatan bahwa Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

2. Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Warga yang merasakan guncangan gempa langsung panik berhamburan keluar rumah. Salah satunya warga di Kabupaten Lebak, Banten.

Gempa yang terjadi pukul 23.29 WIB itu terasa kuat di Lebak. Beberapa warga melaporkan gempa terasa kencang dan lama.

"Di Panggarangan, Malingping wilayah Lebak Selatan banyak warga yang merasakan guncangan gempa," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama.

Termasuk, lanjut Febby, masyarakat di Kecamatan Rangkasbitung. Tak sedikit yang merasakan guncangan gempa.

"Dampak kerusakan masih dimonitor, sementara ini belum ada laporan," tuturnya.

 BACA JUGA:

Kata Febby, pusat gempa berada di Kabupaten Garut. Berdasarkan rilis BMKG kekuatan gempa masuk kategori besar dan dangkal sehingga dampaknya terasa hingga keluar daerah.

"Kita minta masyarakat tetap tenang dan waspada,"ucapnya.

3. Analisis BMKG

BMKG menyebut gempa itu terjadi adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat.

Gempa itu terjadi pada pukul 23.29 WIB pada koordinat 8,39° LS ; 107,11° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 156 Km arah Barat Daya Kab. Garut, Jawa Barat pada kedalaman 70 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust Fault),” sambung dia.

BMKG mencatat gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Sukabumi dan Tasikmalaya dengan skala intensitas IV MMI. Jika pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Sementara, untuk daerah Bandung dan Garut dengan skala intensitas III-IV MMI yang mana jika siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

“Untuk daerah Tangerang, Tangsel, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap dan  Purwokerto dengan skala intensitas III MMI, Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,” ujar dia.

“Daerah Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, Malang dengan skala intensitas II MMI, Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” sambung dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, hingga pukul 23.55 WIB berdasarkan hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa susulan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement