Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waketum Gerindra: Jangan Ada Pihak Memecah Belah Relawan dan TKN

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2024 |15:07 WIB
Waketum Gerindra: Jangan Ada Pihak Memecah Belah Relawan dan TKN
Prabowo-Gibran. (Foto: Arif Julianto/MPI)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman meminta jangan ada pihak-pihak yang memecah belah relawan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Dia meminta jangan dibedakan antara relawan dan TKN. Relawan adalah bagian integral dari Tim Kampanye Prabowo-Gibran.

Habiburokhman menjelaskan, kebijakan pihaknya sejak awal adalah menyatukan relawan dan unsur parpol dalam TKN. Untuk itulah dibentuk Komando Golf yang khusus membidangi relawan.

 BACA JUGA:

“Semua relawan Pak Jokowi dan relawan Prabowo-Gibran terdaftar dan terkoordinasi di Komando Golf (bidang relawan) yang dikomandani oleh saudara Haris Rusli Moty dibantu oleh saudara Imannuel Ebenezer dkk,” ucapnya, dikutip Minggu (5/5/2024).

Dia menambahkan, semua unsur TKN baik parpol maupun relawan bergerak secara swadaya dan swadana menjalankan tugas masing-masing.

“Mereka tidak pernah meminta fasilitas dari TKN,” tegasnya.

BACA JUGA:

Soal Kabinet Prabowo, Jokowi: Kalau Usul Boleh, Tapi Hak Prerogatif Presiden Terpilih 

Habiburokhman juga meminta agar semangat Prabowo untuk merangkul sebanyak mungkin elemen bangsa jangan dikotori gaya berpolitik toxic dan memecah-belah.

“Ada yang entah di mana waktu pilpres tapi saat ini kemudian serasa paling pahlawan serta mengklaim kerja-kerja relawan dengan tujuan minta jabatan tertentu di pemerintahan Prabowo-Gibran nantinya. Inilah termasuk toxic yg sesungguhnya yang mungkin dimaksud oleh Pak Luhut,” ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement