Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Los Angeles Bersihkan Kamp Pro-Palestina di Universitas Southern California

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 06 Mei 2024 |16:22 WIB
Polisi Los Angeles Bersihkan Kamp Pro-Palestina di Universitas Southern California
Polisi Los Angeles bersihkan kamp pro Palestina di Universitas Southern California (Foto: Reuters)
A
A
A

LOS ANGELES - Polisi di Los Angeles telah membersihkan kamp pro-Palestina di Universitas Southern California (USC), Amerika Serikat (AS).

Menurut CBS, mitra BBC di AS, petugas yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara memasuki lokasi pada Minggu (5/5/2024) pagi, ketika USC memperingatkan mereka yang tidak meninggalkan tempat tersebut bahwa mereka dapat ditangkap.

Tidak ada penangkapan yang dilaporkan. Presiden USC Carol Folt berterima kasih kepada polisi dan keamanan kampus karena telah membersihkan kamp dengan damai dan seaman mungkin.

Diguncang oleh protes pro-Palestina selama berminggu-minggu, universitas-universitas AS bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pada upacara wisuda mendatang.

Gambar online di USC menunjukkan tenda dan puing-puing tertinggal saat petugas membentuk perimeter di sekitar kamp.

Zain Khan, seorang jurnalis mahasiswa USC, mengatakan kepada CBS bahwa perkemahan itu menampung sekitar 100 orang dan dibersihkan oleh "lusinan" petugas polisi dan anggota Departemen Keamanan Publik (DPS) universitas tersebut.

“Sebagian besar dari mereka pergi dengan damai, beberapa dari mereka meneriakkan yel-yel,” katanya, dikutip BBC.

USC kemudian memposting di media sosial bahwa kampus tersebut terbuka untuk mahasiswa, dosen, dan staf dengan identitas yang sah, namun memperingatkan bahwa tenda dan peralatan terkait tidak diperbolehkan dan dapat disita.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (5/5/2024), Dr Folt mengatakan tindakan harus diambil karena perkemahan tersebut mengganggu ujian dan persiapan upacara wisuda, dan situasinya berkembang ke arah yang berbahaya.

“Tujuan saya adalah memprioritaskan keselamatan dan mengembalikan kampus kami dan masyarakat sekitar ke keadaan normal,” katanya.

"Kami bertekad untuk memastikan siswa kami dapat menyelesaikan ujian mereka tanpa gangguan lebih lanjut dan bahwa USC dapat menjadi tuan rumah perayaan kelulusan yang telah diperoleh dengan susah payah oleh para lulusan kami,” lanjutnya.

Dr Folt mengkonfirmasi awal pekan ini bahwa USC telah memulai penyelidikan disipliner terhadap sejumlah individu yang melanggar kebijakan dan hukum.

Proses tersebut menyusul penangkapan 93 orang di USC bulan lalu setelah polisi dan pengunjuk rasa bentrok di kampus.

Pengosongan kamp USC terjadi hanya beberapa hari setelah polisi anti huru hara memindahkan perkemahan serupa di Universitas California, Los Angeles (UCLA).

USC adalah salah satu kampus tempat demonstran pro-Palestina dan polisi bentrok.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement