"Nggak pernah dipanggil oleh Pak Menteri? Kan diuji dulu, orang jadi pembantu rumah tangga aja datang diwawancara," ucap hakim.
"Izin Yang Mulia, jadi setelah itu saya mendapat telepon dari staf Kementan saya tidak ingat siapa, lalu saya diminta hadir di Kementan untuk bertemu dengan Sekjen pada waktu itu Pak Momon," jawab Joice.
Joice menuturkan proses wawancara itu dilakukan sebanyak satu kali. Dia mengungkap wawancara itu terkait latar belakang pendidikan hingga pekerjaan sebelumnya.
"Apa yang ditanyakan kepada saudara?" tanya hakim.
"Background pendidikan, kemudian latar belakang,” timpal Joice.
"Background pendidikan saudara sebagai apa? sarjana?" tanya hakim.
"Sebelumnya, Sarjana Matematika, Pak," jawab Joice.
"Kemudian, sudah sesuai kah dengan CV yang saya sampaikan. Kemudian, jabatan terakhir saya pada waktu itu apa, saya jelaskan. Dan ditanya persis pada saat itu tupoksi saya apa di Kementerian sebelumnya," lanjutnya.
Di sisi lain, ia mengatakan memiliki surat keputusan (SK) terkait jabatannya sebagai Stafsus dari SYL. Ia menyebut, dirinya menerima honor sebesar Rp31 juta.
“Saudara menerima berapa per bulan?,” tanya hakim.
“Seingat saya, saya mendapatkan Rp27 juta sekian itu saya tidak ingat, itu masuk ke Bank BRI,” ujarnya.
“Per bulan?,” tanya hakim.
“Per bulan,” timpalnya.