Dilaporkan bahwa operasi tersebut didasarkan pada intelijen, dan tampaknya kedua tokoh Hamas tersebut terbunuh.
Namun kehadiran warga sipil dalam jumlah besar dan, tampaknya, sejumlah besar bahan mudah terbakar, menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana insiden ini direncanakan dan dilaksanakan.
Ketika para pejabat tinggi militer, termasuk Mayjen Yifat Tomer Yerushalmi, advokat jenderal IDF, menjanjikan penyelidikan menyeluruh, kita dapat mengharapkan penjelasan yang lebih rinci akan muncul.
Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetap berkomitmen pada apa yang disebutnya “kemenangan total” di Rafah, sehingga tidak ada tanda-tanda bahwa serangan yang terjadi pada Minggu (26/5/2024) akan mengubah pikirannya.
Terlepas dari pemandangan mengerikan yang terjadi tadi malam, pasukan darat Israel tampaknya masih bertindak hati-hati saat mereka mendekat ke kota Rafah.
Operasi mereka sejauh ini tidak mengakibatkan pertumpahan darah. Namun justru itulah yang dicapai oleh serangan udara tadi malam, yang merupakan pukulan lain terhadap citra Israel yang sudah terpuruk dan melemahkan alasan mereka untuk terus melanjutkan serangan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.