JAKARTA - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan gempa bumi tektonik yang terjadi di Mamberamo Raya, Papua memiliki parameter update M4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,84° LS ; 138,87° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 80 Km arah tenggara Memberamo Tengah, Papua pada kedalaman 50 km.
Ia menyebut gempa bumi turut dirasakan di Wamena dan Sarmi. Daryono memastikan gempa bumi tidak berpotensi memicu tsunami.
"Gempa Bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Wamena dengan skala intensitas II- III MMI dan daerah Sarmi dengan skala intensitas II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono dalam keterangannya, Senin (3/6/2024).
Daryono menambahkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar di zona Anjak Memberamo.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique-thrust fault)," ujarnya.
Lebih lanjut, Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi," pungkasnya.
(Awaludin)