Namun niat Ra Kuti membunuh Jayanagara tidak terlaksana. Sebabnya sangat raja yang sedang tidur pulas ternyata gagal dibunuh. Aksi kesigapan pasukan Bhayangkara yang mengawalnya, menjadikan Jayanagara dibawa lari sambil mengungsi oleh seorang Bekel Bhayangkara bernama Gajah Mada.
Kala itu Gajah Mada menjadi komandan pasukan khusus Bhayangkara yang terdiri dari 15 prajurit pengawal khusus raja yang masih setia. Pasukan Bhayangkara ini bukanlah pasukan sembarangan, mereka merupakan penjaga keamanan raja yang terdiri dari orang-orang sakti dan setia yang dipilih.
Para pengiring raja itu terdiri dari pengawal dan pelayan tersebut kemudian disebut pengalasan. Pada pemberontakan itu satu-satunya anggota Dharmaputra yang tidak ikut adalah Ra Tanca. Amat dimaklumi karena Ra Tanca merupakan seorang tabib, yang tak minat dengan urusan politik. Lagi pula ia seorang yang lembut tak pandai silat.
(Angkasa Yudhistira)