JAKARTA - Abdul Pasren yang merupakan mantan Ketua RT pernah menolak imbalan dari pihak keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 lalu. Keluarga terpidana diduga meminta Pasren membela anak-anaknya di persidangan.
Hal ini diceritakan Pasren dalam wawancara eksklusif di program AB+ bersama Abraham Silaban iNews TV pada Senin (15/7/2024) malam.
Dalam kesempatan itu, Pasren juga membantah mendapat teror dari orang tak dikenal setelah kasus ini kembali mencuat.
"Bukan diteror, tapi orangtua yang ditahan datang ke rumah saya minta saya bilang anaknya tidak melakukan. Saya tidak tahu melakukan apa-apanya, saya tidak tahu, kan nggak boleh berbohong," kata Pasren.
"Betul mau ngasih imbalan tapi saya tolak. Katanya 'ya semuanya yang terpidana tidak melakukan' ya saya tidak mau 'udah nanti saya kasih imbalan' tidak mau saya karena tidak tahu," tambahnya.
Alasan Pasren sempat menghilang beberapa waktu, kata dia, demi keamanan diri dan keluarganya. Namun, ia menegaskan tidak pindah rumah, melainkan hanya tinggal sementara di rumah sang anak.
"Demi keamanan bagi saya, karena supaya keamanan saya, tidak berpindah tempat, saya tidak ada ditempat demi kenyamanan. Istri saya sampai nangis banyak yang nyari," tuturnya.
Seperti diketahui, Abdul Pasren alias RT Pasren dan anaknya, Muhammad Kahfi, sempat dikabarkan menghilang usai kasus pembunuhan Vina dan Eki kembali mencuat.
Pasren mengaku baru kembali ke rumahnya sekitar setengah bulan yang lalu. Tak hanya itu, ia juga mengaku selama kasus ini mencuat sang istri kerap menangis karena khawatir suaminya banyak dicari orang.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.