Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indonesia Lagi Musim Kemarau, tapi Suhunya Kok Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 16 Juli 2024 |08:12 WIB
Indonesia Lagi Musim Kemarau, tapi Suhunya <i>Kok</i> Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG
Kekeringan akibat kemarau (Foto: Okezone.com/Arif)
A
A
A

JAKARTA - Fenomena suhu udara dingin atau istilah orang Jawa "mbedhidhing” saat musim kemarau mulai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun, fenomena ini tidak terjadi di seluruh wilayah yang mengalami musim kemarau.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dalam sepekan terakhir, suhu udara minimum wilayah Indonesia berkisar antara 15,2 derajat Celcius hingga 22,5 derajat Celcius. Suhu minimum terendah (15,2 derajat C) tercatat di Stasiun Meteorologi Wamena Jayawijaya, Papua Pegunungan.

“Fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus, terkadang bisa sampai September,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).

 BACA JUGA:

Guswanto mengatakan kondisi ini disebabkan oleh Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih rendah atau dingin.

“Angin Monsun Australia ini bersifat kering dan sedikit membawa uap air, apalagi pada malam hari di saat suhu mencapai titik minimumnya. Selanjutnya mengakibatkan suhu udara di beberapa wilayah di Indonesia terutama wilayah bagian Selatan Khatulistiwa terasa lebih dingin. Orang Jawa menyebutnya mbedhidhing,” jelas Guswanto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement