Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eks Menteri Jokowi Geram Politikus Nasdem Ikut Campur Konflik PKB-PBNU

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |11:14 WIB
Eks Menteri Jokowi Geram Politikus Nasdem Ikut Campur Konflik PKB-PBNU
Eks Menteri Jokowi Geram Politikus Nasdem Ikut Campur Konflik PKB-PBNU/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri mengultimatum Effendy Choirie aliias Gus Choi untuk tidak ikut mengobok-obok PKB. Karena kata dia Effendy merupakan pengurus Partai Nasdem sehingga dapat merusak hubungan antarpartai.

Sebelumnya, Gus Choi memenuhi undangan Pansus PKB di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu 7 Agustus 2024.

"Mas Effendy Choirie kan pengurus Partai Nasdem. Mbok uruslah partai sendiri. Ngapain ikut obok-obok PKB? Gak etis itu!  Bisa merusak hubungan antar partai," ujarnya, Kamis (8/8/2024)

Menteri Ketenagakerjaan era Kabinet Kerja Presiden Jokowi itu mengatakan, perilaku Effendy yang mengobok-obok PKB bisa dilaporkan langsung kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Nanti kita laporkan ke Bang Suryo Paloh selaku Ketum Nasdem, biar dikenakan disiplin partai,"tegasnya.

Dia juga mengamini pernyataan Effendy Choirie yang mengatakan PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak memiliki hubungan struktural.

"PKB dan PBNU adalah entitas berbeda. PKB partai politik yg dipayungi UU partai politik, NU ormas yg dipayungi UU Ormas,”ujarnya.

“Masing-masing memiliki kedaulatan organisasi, punya AD/ART sendiri, serta punya tugas dan tanggung jawab sendiri- Jadi ya jangan saling ganggu, jangan ada penyerobotan, harus saling menghormati. Melawan hukum tuh kalau ada yang main serobot. Kan gitu. KH Ma'ruf Amin, Pak Wapres kita dan salah satu pendiri PKB, juga menegaskan hal yang sama,"lanjut Hanif.

 

Hanif mengaku bingung melihat PBNU sekarang. Bahkan, boleh dikatakan PBNU sekarang aneh. Ia sama sekali tidak tahu apa salah PKB hingga diperlakukan begini oleh Gus Yahya dan Mas Saiful.

"Saya juga tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan PBNU di bawah pimpinan mereka berdua, hingga NU terbelit banyak masalah, lalu marwah dan citranya jatuh di mata publik," katanya.

"Katanya mau high politics tapi malah sibuk ngurusi politik praktis dan mau ngerusak PKB. Ini kan paradoks dan ironis. Saya tidak bisa membayangkan sedihnya para muassis (pendiri) NU melihat kenyataan NU saat ini," tutup Hanif.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement