Menurut Saepul, berdasarkan pengakuan korban, pelaku menggunakan modus korban dihukum di dalam ruangan karena melanggar aturan pesantren. Korban dihukum pelaku dengan disuruh membuka seluruh pakaian hingga telanjang.
"Ada juga korban yang sedang mengaji diraba-raba payudaranya dari belakang oleh pelaku," katanya.
Kanit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, Ipda Rita Zahara mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati oleh pimpinan ponpes.
"Laporannya baru masuk semalam jadi kami masih mendalami dahulu" kata Rita.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.