Sebelum terjatuh, jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan lebar 3 meter ini sempat mendengar suara kayu jatuh hingga akhirnya benar-benar roboh dibagian tengah jembatan.
"Paling ada suara-suara ngehantem itu sampah sama airnya. Terus kayunya krekek krekek," terangnya.
Agus menuturkan jika jembatan terapung ini sudah lama berdiri dan dibangun oleh warga bersama dengan pihak kepolisian serta tentara.
Robohnya jembatan ini juga baru pertama kali, sebelumnya sempat ada kejadian namun hanya dialami oleh pengendara motor.
Dirinya pun berharap kedepannya agar jembatan penghubung dua Kecamatan ini kembali diperbaiki bahkan dibuat menjadi permanen.
"Keinginan sih jembatan ini permanen, supaya aman gitu yang lewat, warga lewat aman. Bagusnya diperbaiki permanen lah bagusnya mah gitu, biar tidak kayak gini," pungkasnya
(Awaludin)