BANDUNG - Jembatan Terapung yang menghubungkan dua Kecamatan di Kabupaten Bandung roboh, akibat derasnya aliras sungai Citarum yang meluap lantaran hujan deras pada Selasa hingga Rabu pagi.
Jembatan terapung yang menggunakan kayu dan drum ini roboh lantaran kuatnya aliras deras air Sungai Citarum yang semakin meninggi hingga menyebabkan roboh di tengah-tengah jembatan. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa lantaran kondisi jembatan sedang ditutup sementara karena akan diperbaiki.
Salah satu warga sekitar Agus Alex (32) yang berada di lokasi mengatakan kejadian robohnya jembatan terapung ini terjadi siang hari pada pukul 10.30 WIB.
Menurutnya, pada saat kejadian debit air sungai Citarum sedang tinggi dari semalam akibat hujan ditambah banyak sampah yang menghantam kondisi bawah jembatan.
"Kejadiannya siang, itu emang kondisi pertama jembatan agak miring. Soalnya banyak sampah juga yang numpuk di jembatan. Terus air semakin banyak sama sampah numpang terus ngantem lagi drum sampe roboh," ujarnya saat ditemui di lokasi.