Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Silaturahmi Kebangsaan di Hamburg, Diaspora Diminta Jaga Persatuan dengan Hayati Pancasila

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 12 September 2024 |23:10 WIB
Silaturahmi Kebangsaan di Hamburg, Diaspora Diminta Jaga Persatuan dengan Hayati Pancasila
BPIP dan MPR di Hamburg Jerman (foto: dok ist)
A
A
A

Kata Basarah, bangsa Indonesia Merdeka didirikan bukan karena persoalan mayoritas atau minoritas. Tapi bertujuan untuk mensejahterakan rakyat dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia yang aneka ragam budaya, agama, suku, bahasa dan kekayaannya.

Hal serupa disampaikan Dewan Pakar Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Darmansyah Djumala. Menurutnya, dengan Pancasila, bangsa Indonesia tetap survive, langgeng, tetap utuh bersatu meski terjadi gempa politik dunia. 

Dirinya menjelaskan sejarah pergolakan dunia mulai dari berakhirnya Perang Dingin pada 1991 yang disusul dengan runtuhnya Uni Soviet dan Yugoslavia, hingga terjadinya Arab Spring pada 2011, yang membuat banyak negara Arab Timur Tengah bubar dan dilanda perang saudara. 

“Tapi gempa politik tersebut tidak membuat Indonesia terpengaruh dan terpecah-belah, Indonesia tetap utuh. Karena ada Pancasila,” terang Djumala.

Djumala juga menunjukkan fakta sejarah bahwa pidato Bung Karno mampu menggetarkan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pidato berjudul  ”To Build the World Anew” tahun 1960 tersebut telah ditetapkan UNESCO sebagai Memory of The World. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement