Program senjata nuklir Korea Utara dilarang oleh sanksi PBB, tetapi negara itu telah lama mengabaikan pembatasan tersebut, sebagian berkat dukungan dari sekutu Rusia dan Tiongkok.
Para ahli mengatakan pengungkapan publik yang tiba-tiba tentang fasilitas pengayaan uranium Korea Utara dapat dimaksudkan untuk memengaruhi pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan digelar pada November mendatang.
“Gambar-gambar tersebut merupakan pesan kepada pemerintahan berikutnya bahwa denuklirisasi Korea Utara tidak mungkin dilakukan,” terang analis senior di Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, Hong Min kepada AFP.
"Ini juga merupakan pesan yang menuntut negara-negara lain untuk mengakui Korea Utara sebagai negara nuklir," ujarnya.
“Lokasi uji coba nuklir utama Korea Utara dalam kondisi yang sangat buruk. Semua jalan dan rel kereta api telah rusak akibat kerusakan akibat hujan, dan tanahnya sangat rapuh,” lanjut Hong.
Dia menilai tidak mungkin pengungkapan tersebut akan segera diikuti oleh uji coba nuklir lainnya.
Pyongyang bulan lalu mengatakan hujan lebat yang memecahkan rekor pada akhir Juli telah menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya, membanjiri tempat tinggal, dan merendam sebagian besar lahan pertanian di wilayah utara dekat China.