Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga Deliserdang Membabi-buta

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 11 November 2024 |15:55 WIB
Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga Deliserdang Membabi-buta
Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga
A
A
A

JAKARTA -  Suasana mencekam mendadak menyelimuti Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Puluhan anggota TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan pada Jumat (8/11) malam, melakukan penyerangan kilat ke desa itu.

Akibat penyerangan tersebut, seorang warga bernama Raden Barus (61), meninggal dunia. Sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Puluhan oknum TNI itu menyerang warga yang berada di jalan dan di rumah-rumah tanpa memberikan penjelasan. Dengan senjata tajam, mereka menyisir perkampungan, mendobrak pintu rumah, dan memukuli warga desa.

Kronologi kejadian bermula saat salah satu oknum prajurit TNI Yon Armed 2 terlibat cekcok dengan seorang pemuda ketika melintas di jalan.

Salah satu warga yang menjadi korban penyerangan brutal tersebut, RFK, menceritakan peristiwa malam mencekam tersebut.

“Waktu itu saya sedang mau beli rokok, saya melihat keramaian masuk ke gang arah kampung, lalu saya lari ke rumah nenek saya,” kata RFK, dikutip, Senin (11/11/2024).

Puluhan prajurit tersebut lalu mengamuk dan mendobrak pintu sembari mencari salah satu warga desa yang bernama Andri Ginting.  

“Setelah itu saya buka pintu karena saya takut rusak saya diseret keluar lalu saya dipukuli terus-menerus dan saya dibawa ke asrama, ke Armed. Saya didudukkan saja, dibikin seperti tahanan,”terangnya.

Dia mengaku tidak mengenal orang bernama Andri Ginting yang dicari oleh puluhan oknum TNI tersebut.

“Saya enggak tahu masalahnya. Banyak yang mukuli saya, sekitar 50 orang. Ada yang pakai sajam, macam-macam. Kepala bocor sama memar di belakang punggung sama tangan bengkak, dihantam pakai pistol,” tutupnya.

Sementara itu, Mabes TNI akan mengawal proses pengusutan kasus penyerangan 33 anggota Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan ke permukiman warga di, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Puluhan prajurit itu diperiksa di Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan.

 

"Beberapa prajurit saat ini sedang dalam pengusutan Danpomdam 1/BB. Mabes TNI akan terus mengawal proses anggota TNI tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AD, Mayjen Hariyanto saat dikonfirmasi.

Majyen Hariyanto juga memastikan Pangdam I Bukit Barisan, Letjen TNI Mochammad Hasan telah mengambil langkah untuk menemui masyarakat.

"Pangdam I/BB telah mengambil langkah dengan menemui masyarakat di Makoyon Armed 2/KS dan menemui keluarga korban serta berjanji mengusut tuntan kasus tersebut," kata dia.

Dalam peristiwa ini sejumlah orang juga mengalami luka-luka. Sementara, korban tewas dipastikan Hariyanto berjumlah satu orang.

"Korban masyarakat ada yang terluka dan satu orang lainnya meninggal dunia," tutup Mayjen Hariyanto.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement