JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek di China selalu berlangsung meriah dan gemerlap, namun untuk tahun ini, suasana tersebut kurang terasa. Hal ini diyakini sebagai dampak dari situasi ekonomi China yang masih terpengaruh oleh dampak buruk pandemi Covid-19, yang salah satunya memicu hilangnya banyak pekerjaan.
Dilansir Financial Post, Minggu, (2/2/2025), kondisi perekonomian China yang masih belum sepenuhnya pulih membuat orang-orang menghabiskan tabungan mereka dengan lebih barhati-hati, salah satunya dengan memiih untuk tidak pulang kampung pada saat Tahun Baru Imlek.
Ini membuat jumlah orang yang bepergian melalui jalan darat, kereta api, dan udara menjadi sangat sedikit. Beberapa pelancong melaporkan bahwa gerbong kereta mereka benar-benar kosong.
Seorang penumpang mendapati dirinya sendirian di gerbong kereta kelas satu saat perjalanan Tahun Baru Imlek, atau biasa juga disebut Festival Musim Semi. Tidak seperti pemandangan ramai tahun-tahun sebelumnya, kereta itu sangat kosong. Kabar yang beredar adalah bahwa tahun ini, mendapatkan tiket kereta cepat secara daring di China untuk pulang kampung saat Tahun Baru Imlek merupakan tantangan. Tetapi begitu mendapat tiket dan naik ke kereta tersebut, para penumpang mendapati gerbong yang hampir kosong.
Dalam beberapa tahun terakhir, tindakan keras pemerintah China terhadap sektor real estat, platform internet, dan pendidikan telah menghambat pertumbuhan ekonomi, yang menyebabkan stagnasi yang meluas. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran yang melonjak kini menjadi hal umum di China. Menjelang Tahun Baru Imlek, banyak warga China yang menghadapi kesulitan keuangan dan keputusasaan, merasa merayakan hari raya itu terasa seperti menghadapi tantangan berat, bukan acara yang meriah.