Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenapa Banjir Jakarta Tak Langsung Surut? Begini Pengakuan Dinas SDA

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Minggu, 02 Februari 2025 |17:18 WIB
Kenapa Banjir Jakarta Tak Langsung Surut? Begini Pengakuan Dinas SDA
Ilustrasi banjir Jakarta (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta sempat dikepung banjir saat cuaca tergolong ekstrem dan tidak langsung surut pada Selasa 28 Januari silam. Curah hujan tercatat mencapai 368 Mm/hari hampir serupa dengan 1 Januari 2020.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (Sekdis SDA) DKI Jakarta, Hendri mengatakan infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta hanya mampu maksimal 150 Mm/hari.

"Pada 28 Januari 2024, intensitas hujan di Jakarta mencapai 368 mm/hari, mendekati rekor tertinggi pada 1 Januari 2020 yang mencapai 377 mm/hari," kata Hendri saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025).

"Sementara itu, infrastruktur pengendali banjir di Jakarta dirancang untuk menampung curah hujan maksimal 150 mm/hari. Ketika hujan turun dengan intensitas ekstrem (melebihi 150 mm/hari), sistem drainase tidak mampu menampung volume air sebesar itu, sehingga banjir pun terjadi dan air lama surut," tambahnya.

Hendri mengklaim bersama instansi terkait lainnya telah mengoperasikan pompa mobile dan apung untuk mempercepat proses surutnya banjir saat itu.

"Untuk mengatasi hal ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama instansi terkait telah mengerahkan satuan tugas (satgas) ke titik-titik terdampak. Mereka mengoperasikan pompa mobile dan pompa apung untuk mempercepat surutnya genangan, serta membersihkan saluran drainase agar air dapat mengalir lebih lancar," ujarnya.

Sekadar informasi, banjir baru dapat suruh setelah beberapa hari merendam rumah warga terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Jumat 31 Januari malam.
 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement