Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tekan Hamas, Israel Hentikan Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 03 Maret 2025 |11:34 WIB
Tekan Hamas, Israel Hentikan Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Truk membawa bantuan air bersih bagi warga Gaza. (Foto: X/@AJEnglish)
A
A
A

TEL AVIV – Israel telah menghentikan masuknya semua bantuan kemanusiaan ke Gaza dan mengancam Hamas dengan lebih banyak "konsekuensi" jika kelompok Palestina itu tidak setuju untuk memperpanjang fase pertama dari perjanjian gencatan senjata mereka yang kini telah berakhir.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Minggu, (2/3/2025) bahwa "masuknya semua barang dan pasokan ke Jalur Gaza akan dihentikan". Dia menuduh Hamas menolak menerima kerangka kerja untuk melanjutkan pembicaraan yang diusulkan oleh utusan khusus AS Steve Witkoff.

“Israel tidak akan mengizinkan gencatan senjata tanpa pembebasan sandera kami,” kata pernyataan itu, sebagiamana dilansir Al Jazeera. “Jika Hamas tetap menolak, akan ada konsekuensi tambahan.”

Hamas Dorong Negosiasi Gencatan Senjata Tahap Kedua

Hamas menuduh Israel mencoba menggagalkan perjanjian gencatan senjata yang ada dan mengatakan keputusannya untuk menghentikan bantuan adalah “pemerasan murahan, kejahatan perang, dan serangan terang-terangan” terhadap gencatan senjata, yang mulai berlaku pada Januari.

Tahap pertama perjanjian berakhir pada Sabtu,(1/3/2025) tetapi Israel belum melanjutkan tahap kedua dari kesepakatan tiga tahap tersebut.

Kantor Netanyahu mengatakan Israel telah menyetujui usulan Witkoff untuk memperpanjang fase pertama gencatan senjata selama enam minggu selama Ramadhan – bulan suci umat Islam yang dimulai pada akhir pekan – dan hari raya Paskah Yahudi, yang berakhir pada 20 April.

Netanyahu mengatakan Israel dapat melanjutkan operasi militer di Gaza jika negosiasi terbukti "tidak efektif" selama periode ini.

Meskipun Witkoff belum mengumumkan usulannya, Netanyahu mengatakan hal itu akan dimulai dengan menyerahkan setengah dari semua tawanan yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Sisa tawanan akan diserahkan ketika kesepakatan tentang gencatan senjata permanen tercapai.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement