Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosiolog UI Sebut Politisi Pengangguran Termasuk Pendatang di Jakarta

Riana Rizkia , Jurnalis-Jum'at, 04 April 2025 |06:58 WIB
Sosiolog UI Sebut Politisi Pengangguran Termasuk Pendatang di Jakarta
Sosiolog UI, Imam Prasodjo (Foto: Riana Rizkia/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sosiolog UI, Imam Prasodjo menilai bahwa pendatang tidak hanya masyarakat yang terpaksa datang ke Jakarta untuk mencari kerja. Namun, juga termasuk para politisi yang pengangguran.

"Kadang-kadang, pada saat kita ngomongin pendatang itu kejebak terhadap masyarakat yang kepaksa datang karena di kampung halamannya tidak tersedia lapangan pekerjaan yang layak," kata Imam dalam program Interupsi iNews TV, Kamis (3/4/2025).

"Tapi pengangguran politisi yang datang ke sini tidak pernah dijadikan pembahasan," sambungnya.

Imam mengatakan, ada faktor pendorong yang menyebabkan masyarakat biasa hingga politisi memilih Jakarta sebagai target urbanisasi. Salah satunya adalah pembangunan tidak merata.

"Jadi menurut saya supaya yok kita bicara tentang sebab utamanya, pendorongnya apa sehingga wilayah tertentu lebih cenderung orang orangnya datang ke Jakarta," ucapnya.

 

"Yang menarik tentu fasilitas pembangunan yang tidak seimbang, sekolah lebih bagus, universitas lebih banyak, kesempatan lebih banyak, ya jelas saja orang akan tertarik ke kota-kota," sambungnya.

Pembangunan yang tidak rata, kata Imam, cenderung mendorong orang untuk mencari nasib, termasuk politisi.

"Kalau kita ingin berkarir politik lebih adil, merata, harus ke Jakarta. Jadi kalau ngomongin tentang pembatasan, ingat Gubernur DKI mayoritas orang pendatang," ucapnya.
 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement