Indikator ketiga adalah panjang antrean kendaraan yang terlihat secara langsung di exit tol, terutama GT Banyumanik. Jika antrean kendaraan sudah mencapai dua hingga tiga kilometer ke belakang, maka itu menjadi sinyal bahwa arus tidak lagi normal.
Indikator keempat adalah penilaian situasional terhadap efektivitas pengaturan lalu lintas.
Sonny memastikan pemberlakuan one-way tidak menimbulkan masalah di jalur arteri atau wilayah sekitarnya.
“One-way lokalnya nanti akan dimulai dari pertama KM 430 Ungaran, nanti kita mundur ke KM 442 Bawen, dan terakhir ke KM 459 Tingkir Salatiga, sampai dengan Kalikangkung (KM 414),” jelasnya.
Sedianya, skema one way nasional serentak akan dimulai pada 6 April 2025 dengan titik awal di GT Kalikangkung.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.