Gencatan senjata, tambahnya, harus menjadi “langkah pertama menuju diakhirinya permusuhan dan tercapainya solusi politik yang komprehensif” untuk konflik Sudan. Komandan RSF menyatakan harapannya bahwa dukungan internasional dan partisipasi luas Sudan akan membuka jalan bagi proses politik yang mengakhiri perang dan membimbing negara tersebut menuju transisi yang stabil, demikian dilansir Anadolu.
Dagalo mengatakan bahwa setiap jalur politik di masa depan harus mengecualikan “Gerakan Islam teroris, Ikhwanul Muslimin, Partai Kongres Nasional, dan afiliasinya (tentara dan kelompok sekutu),” yang ia tuduh bertanggung jawab atas “tiga dekade penderitaan” di Sudan.
Belum ada komentar langsung dari tentara Sudan terkait pengumuman RSF tersebut.
Pada Minggu (23/11/2025), Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah al-Burhan, mengkritik proposal Quad, yang mencakup Amerika Serikat (AS), Mesir, Arab Saudi, dan UEA. Ia tidak mengungkapkan detail dokumen yang dirujuknya.
Pada 12 September, Quad menyerukan gencatan senjata kemanusiaan pertama selama tiga bulan di Sudan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan mendesak memasuki semua wilayah, yang membuka jalan bagi gencatan senjata permanen.