Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil Joko Widodo, Doktor Radar dari UGM–Chiba yang Dipercaya BRIN Tangani Bencana Sumatera

Awaludin , Jurnalis-Selasa, 02 Desember 2025 |07:21 WIB
Profil Joko Widodo, Doktor Radar dari UGM–Chiba yang Dipercaya BRIN Tangani Bencana Sumatera
Ketua Task Force BRIN Penanggulangan Bencana Joko Widodo (Foto: dok istimewa)
A
A
A

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Task Force Penanggulangan Bencana bergerak cepat memberikan dukungan riset dan teknologi dalam penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.

Dalam penugasan ini, BRIN menunjuk Joko Widodo sebagai Ketua Task Force Penanggulangan Bencana. Perlu ditegaskan, Joko Widodo yang dimaksud bukan Presiden ke-7 RI, melainkan peneliti BRIN yang memiliki kepakaran di bidang geografi, radar, dan sains lingkungan.

Berikut profil lengkap Joko Widodo (Jecko), Ketua Task Force BRIN:

Nama: Joko Widodo S.Si., M.Si., Ph.D.

Pendidikan Terakhir: S3 Computer Science and Information Processing, Chiba University, Jepang

Bidang Ilmu: Geografi, Synthetic Aperture Radar (SAR), Sains Lingkungan

Keahlian: Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), Environmental Impact Assessment (EIA)

 

Joko Widodo yang akrab disapa Jecko, bukan Jokowi adalah lulusan Fakultas Geografi UGM tahun 1993. Ia juga menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia (UI) pada 2011 sebelum meraih gelar doktor di Jepang. Di BRIN, Jecko tercatat sebagai peneliti dengan keahlian pada teknologi radar satelit dan pengolahan data penginderaan jauh, terutama Synthetic Aperture Radar.

Mandat Jecko sebagai Ketua Gugus Tugas

Sebagai Ketua Task Force Penanggulangan Bencana, Jecko ditugaskan BRIN untuk memimpin koordinasi dukungan ilmiah dan teknologi dalam penanganan banjir dan longsor di Sumatra. Gugus tugas ini bertanggung jawab memberikan kontribusi berbasis riset mulai dari pemetaan, pemenuhan air bersih, hingga dukungan tenaga kesehatan.

Jecko menegaskan, bahwa BRIN bergerak cepat untuk memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan sumber daya manusia dapat dioptimalkan untuk percepatan pemulihan di wilayah terdampak. Penugasan ini juga memperlihatkan bagaimana peran peneliti dapat menjadi ujung tombak penanganan bencana melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi mutakhir.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement