JAKARTA - Krisis lingkungan hidup dan fenomena bencana ekologis, memicu kerusakan diberbagai bidang dan telah nyata merugikan kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara. Ketegangan politik antar blok-blok peradaban serta fenomena persaingan persenjataan antar kekuatan global, telah memasuki babak baru yang berpotensi kuat memicu terjadinya perang dan konflik berkepanjangan.
Menanggapi hal tersebut, Lembaga Persabahatan Ormas Islam (LPOI) sebagai Asosiasi Ormas Islam Indonesia, terpanggil untuk menyerukan kepada seluruh stakeholders bangsa lebih mewaspadai kondisi ancaman, tantangan dan gangguan serta hambatan global yang berpotensi merugikan Indonesia.
Ketua Umum LPOI Kiai Said Aqil Siroj, meminta seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya penyelenggara negara, harus lebih waspada dan lebih sigap lagi dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap ancaman dan tantangan krisis ekologi dunia dan turbulensi global yang berpeluang menekan Indonesia pada situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan.
“Seluruh warga bangsa hendaknya lebih solid dalam memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, agar tidak mudah dipecah belah oleh siapapun disaat krisis melanda,” ujar Kiai Said Aqil, Kamis (1/1/2026).
Kiai Said menambahkan, spirit gotong royong, kepedulian sosial, produktivitas dan inovasi diberbagai bidang harus di percepat, agar daya tahan dan daya dukung sosial, ekonomi dan ekologi dapat diperkuat.
“Kini saatnya kita percepat konsolidasi ekologi, dengan melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan arif seta bijaksana, dengan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistic, sebelum semuanya terlambat,”ungkapnya.
Mantan Ketua Umum PBNU ini menambahkan, konsolidasi sosial dengan melakukan penguatan ikatan dan nilai-nilai bersama dalam struktur sosial untuk menciptakan satu kesatuan warga Negara Indonesia yang lebih solid harus terus menerus di lakukan.
‘’Konsolidasi ekonomi nasional dengan memperkuat stabilitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi Indonesia perlu di percepat, disamping mendesaknya berbagai upaya penguatan produktivitas sektor riil dan progresifitas ekonomi kerakyatan yang harus menjadi prioritas utama, agar benar benar mampu menjadi sokoguru ekonomi nasional dan dapat mengurangi ketergantungan global,’’bebernya.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menambahkan, berbagai upaya dan percepatan ikhtiar lahir yang harus disegerakan.
‘’Indonesia harus melakukan konsolidasi spiritual, dengan menggerakan kekuatan doa dan iktiar batiniyah, rekayasa kosmik spiritual, memperbanyak sedekah kepada sesama, sedekah kepada alam dan bumi, serta memperkuat kembali nilai-nilai spiritual dan keimanan, agar Allah Ta’ala, Agar Tuhan Yang Maha Esa melindungi bangsa dan Negara Indonesia, dari segala hal-hal yang tidak diinginkan.”tutup Kiai Said.
LPOI juga menegaskan sikap dan keprihatiannya yang dihadiri Kiai Said Aqil Siroj, Kiai Yusnar Yusuf Rangkuti, Kiai Anwar Sanusi dan para pimpinan lainnya sebagi representasi ormas- ormas Anggota LPOI. Berikut pernyataan LPOI: