JAKARTA - Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino mengatakan, bahwa serangan Amerika Serikat telah menewaskan tentara, warga sipil, serta “sebagian besar” pengawal keamanan Presiden Nicolas Maduro secara “kejam”.
Padrino menyatakan, angkatan bersenjata Venezuela telah diaktifkan sepenuhnya untuk menjamin kedaulatan nasional di tengah eskalasi krisis dengan Washington.
"Angkatan bersenjata nasional Bolivarian kini berada dalam kondisi siaga penuh untuk mempertahankan negara," kata Padrino, seperti dilansir Reuters, Senin (5/1/2026).
Mahkamah Agung Venezuela telah memberikan restu kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk mengambil alih kepemimpinan sementara negara tersebut, meskipun Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap menjabat sebagai presiden sah Venezuela.
Rodriguez, yang juga menjabat sebagai menteri perminyakan, dikenal memiliki hubungan erat dengan sektor swasta dan pemahaman mendalam tentang industri minyak, sumber pendapatan utama negara. Selama bertahun-tahun, ia dipandang sebagai salah satu figur paling pragmatis di lingkaran dalam kekuasaan Maduro.
Namun Rodriguez secara terbuka membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia bersedia bekerja sama dengan Washington pasca-serangan.
Dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Trump memperingatkan bahwa Rodriguez dapat menghadapi konsekuensi yang “lebih besar daripada Maduro” jika ia “tidak melakukan apa yang benar”.
Kementerian Komunikasi Venezuela tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan Trump tersebut.
Krisis ini menandai salah satu konfrontasi paling serius antara Venezuela dan Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir, dengan para pengamat memperingatkan risiko eskalasi regional dan dampak terhadap pasar energi global.
(Awaludin)