Pengalaman di Aceh menunjukkan bahwa komunikasi yang cepat, terbuka, dan empatik mampu meredam kecemasan publik. Ketika pemerintah daerah mengakui keterbatasan, menyampaikan kondisi lapangan secara jujur, dan secara terbuka menyebut penderitaan warga, suasana perlahan menjadi lebih tenang.