JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi aman, pasca penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS). Berdasarkan catatan KBRI Caracas, saat ini terdapat 37 WNI yang berada di Venezuela.
“Berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, semua 37 WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat,” ujar Plt Direktur PWNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam konferensi pers di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Dari jumlah keseluruhan, 33 orang WNI merupakan staf beserta keluarga besar KBRI Caracas. Sementara 4 orang lainnya adalah WNI yang menetap di Venezuela karena menikah dan bekerja di negara tersebut.
Untuk mengantisipasi eskalasi konflik di Venezuela, Kemlu melalui KBRI Caracas telah menyusun rencana kontingensi serta mengaktifkan protokol perlindungan bagi WNI.
KBRI Caracas juga secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi terkini.
“KBRI Caracas sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan. Jika terjadi blackout (pemadaman listrik), kami telah menyiapkan perangkat radio, telepon satelit, dan juga perangkat Starlink untuk memastikan komunikasi dengan pusat tidak terputus,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Heni menyampaikan bahwa situasi di Venezuela kini berangsur stabil dan membaik. Kendati demikian, ia meminta para WNI untuk tetap waspada dan selalu memantau perkembangan di lapangan.
“Update terkini dari KBRI menunjukkan situasi sudah mulai stabil dan berangsur normal,” ujarnya.
(Rahman Asmardika)