Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Nilai Prabowo Kirim Sinyal Kuat Soal Swasembada dan Disiplin Kabinet

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2026 |10:39 WIB
Pengamat Nilai Prabowo Kirim Sinyal Kuat Soal Swasembada dan Disiplin Kabinet
Presiden Prabowo (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Awal tahun 2026 dibuka dengan langkah Presiden Prabowo Subianto memperkuat kekompakan para pejabat di Kabinet Merah Putih. Di tengah udara sejuk Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026, Presiden menggelar taklimat bersama jajaran menteri, wakil menteri, Panglima TNI, Kapolri, serta Kepala Badan Kabinet Merah Putih.

Melihat pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai agenda ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan penegasan sikap politik: Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada belas kasihan negara lain.

Dari kacamata Agung, fokus utama arahan Presiden adalah Strategi Transformasi Bangsa. Prabowo menekankan bahwa kemandirian mutlak diperlukan agar Indonesia tidak limbung diterjang konflik global yang kian memanas. Targetnya jelas, yakni swasembada pangan dan energi sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

Kabar baiknya, per 31 Desember 2025, Indonesia resmi mencatat sejarah dengan mencapai swasembada beras. Data terbaru menunjukkan cadangan beras pemerintah menembus angka di atas 3 juta ton, stok tertinggi sepanjang sejarah republik.

Agung menegaskan, langkah Prabowo mengumpulkan kabinet di Hambalang memiliki makna simbolis yang sangat kuat. Menurutnya, ini merupakan cara Presiden memastikan seluruh pembantunya berada pada frekuensi yang sama.

“Secara internal, taklimat ini menjadi kunci soliditas dan sinkronisasi kerja. Prabowo ingin memastikan tidak ada ego sektoral dalam mengeksekusi Strategi Transformasi Bangsa. Sementara secara eksternal, ini menjadi pesan lugas kepada publik bahwa pemerintah tidak main-main dalam bekerja,” ujar Agung Baskoro, Kamis (8/1/2026).

 

Ia juga menyoroti ketegasan politik Prabowo dalam menghadapi dinamika internasional. Dengan swasembada pangan yang telah tercapai, Indonesia memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat di mata dunia.

“Di bawah komando Prabowo, kita melihat gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hasil (result-oriented). Keberhasilan swasembada beras ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia mulai mandiri dan kuat. Ini bukan semata soal perut, tetapi soal kedaulatan di tengah konflik global,” tambahnya.

Pemerintah meyakini, dengan tercapainya swasembada pangan, momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga. Stabilitas harga pangan domestik menjadi bantalan penting untuk mengejar target ambisius Indonesia Emas 2045.

Menurut Agung, Prabowo secara tegas menginstruksikan para menterinya untuk terus tancap gas. Baginya, transformasi bangsa hanya dapat terwujud jika setiap lini pemerintahan berani mengambil inisiatif demi kemajuan Indonesia.

Langkah di Hambalang ini menjadi pengingat bahwa di tahun kedua kepemimpinannya, Prabowo Subianto tetap konsisten dengan gaya kepemimpinan yang disiplin dan patriotik.

“Dengan lumbung pangan yang penuh, Indonesia kini menatap dunia dengan kepala tegak,” pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement