TANGSEL – Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa dua truk bermuatan sampah busuk di halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (8/1/2026). Mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut memaksa masuk mendekati bagian depan gedung.
Aksi saling dorong sempat terjadi ketika petugas gabungan, dibantu sejumlah orang, mengadang massa.
Untuk menghindari kekacauan yang lebih luas, petugas akhirnya membiarkan massa meringsek lebih ke dalam area kantor. Namun, laju dua truk tersebut kembali diadang mobil patroli Satpol PP yang diparkir melintang.
Dalam orasinya, mahasiswa mengaku kesabarannya telah habis karena hingga kini pemerintah belum juga menyelesaikan persoalan sampah. Massa kemudian menurunkan dan melempar seluruh muatan sampah ke halaman kantor wali kota.
Aroma busuk pun tercium menyengat di sekitar halaman depan kantor wali kota. Meski demikian, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie tidak menemui massa dengan alasan sedang tidak berada di kantor.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak wali kota segera mengerahkan sebanyak mungkin armada untuk mengangkut tumpukan sampah di berbagai wilayah Tangsel.
“Segera melakukan pengangkatan tumpukan sampah di berbagai wilayah. Wali kota bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah di banyak tempat,” ujar Koordinator Mahasiswa, Iqbal.
Hingga massa membubarkan diri, tidak ada mediasi yang dilakukan. Para demonstran pun mengultimatum dalam waktu tujuh hari ke depan wali kota beserta jajarannya harus menuntaskan seluruh tuntutan tersebut.
Tangsel sendiri saat ini masih berstatus tanggap darurat sampah. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menjalin kerja sama pembuangan sampah ke sejumlah daerah seperti Cileungsi, Nambo Bogor, Kabupaten Tangerang, hingga Serang.
(Arief Setyadi )