Sebelumnya, demonstran juga dilaporkan membakar kitab suci Al-Quran dan berusaha menyerang masjid dalam sebuah demonstrasi di distrik Sadaf, Kota Hamadan, bagian barat Iran. Namun, aksi tersebut berhasil dihentikan.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam komentar pertama sejak protes meletus pada 3 Januari, menyebut para demonstran sebagai “perusak” dan “penyabot”. Khamenei juga menuduh keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam demonstrasi terbaru ini, dengan mengatakan bahwa tangan Presiden AS Donald Trump “berlumuran darah lebih dari seribu warga Iran.”
Sementara itu, Reza Pahlavi, pangeran Iran yang diasingkan, mendesak Trump untuk campur tangan dalam pemberontakan yang telah menyebabkan bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan.