Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imbas Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |17:27 WIB
Imbas Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta
Imbas Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menyebabkan sebanyak 16 pesawat dialihkan ke bandara alternatif.

1. 16 Pesawat Dialihkan

“Langkah ini adalah bagian dari layanan navigasi yang harus kami lakukan, mengacu pada kondisi cuaca buruk yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Semua dilakukan berdasarkan aturan dan ketentuan, serta dengan satu alasan yaitu untuk keselamatan,” kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Dia merincikan, perubahan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta ini khususnya terjadi pada periode pukul 05.00 - 10.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur wilayah bandara dan sekitarnya. 

Situasi tersebut menyebabkan peningkatan pergerakan pesawat yang melakukan pembatalan pendaratan (go-around) dan pengalihan pendaratan ke bandara alternatif (divert).

“Pada periode tersebut, jarak pandang (visibility) di semua landasan pacu yang ada di Soekarno-Hatta, tercatat berada di bawah 1.000 meter, yang merupakan batas minimum prosedur pendaratan bagi pesawat,” ujarnya.

“Kalau dipaksakan untuk terus mendarat, itu sangat membahayakan. Karena itu, kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan lalu lintas kedatangan (arrival traffic) di wilayah udara Jakarta,” lanjut dia.

Pada durasi tersebut, Hermana mengungkap jumlah pesawat yang berada dalam antrean holding setidaknya mencapai 15 pesawat. Selain itu, tercatat sebanyak 16 pesawat diarahkan untuk melakukan divert ke bandara alternatif. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement