Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa penguasaan Greenland tetap menjadi prioritas bagi Trump, meskipun ia mengatakan tidak ada jadwal spesifik untuk tindakan tersebut. Setelah intervensi AS baru-baru ini di Venezuela, laporan media menunjukkan bahwa Trump telah memerintahkan komandan militer untuk mengembangkan rencana invasi potensial.
Nasib undang-undang tersebut di Kongres masih belum pasti, karena prospek penguasaan paksa telah menuai kritik bahkan dari dalam kalangan politik AS. Senator Republik Rand Paul mencatat bahwa rencana tersebut kemungkinan akan menjadi bumerang, sementara Senator Demokrat Chris Murphy memperingatkan bahwa upaya untuk merebut Greenland dengan paksa akan secara efektif “mengakhiri NATO.”
Denmark menegaskan bahwa Greenland tidak akan dijual atau diserahkan. Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, bersikeras bahwa masa depan pulau itu harus ditentukan oleh rakyatnya, yang sebagian besar memilih pada 2008 untuk mempertahankan status pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan.