Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Crane Jatuh Timpa Kereta di Thailand Tewaskan 32 Orang, Begini Kronologinya!

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |03:01 WIB
Crane Jatuh Timpa Kereta di Thailand Tewaskan 32 Orang, Begini Kronologinya!
Crane jatuh timpa kereta di Thailand (Foto: Reuters)
A
A
A

BANGKOK – Crane konstruksi jatuh menimpa kereta api yang sedang melaju pada Rabu (14/1/2026) pagi di timur laut Thailand. Korban tewas dalam insiden ini bertambah menjadi 32 orang dan 66 lainnya terluka.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kereta tergelincir dan menghancurkan beberapa gerbong, bahkan satu gerbong dilaporkan sempat terbakar. Di antara para korban luka, terdapat seorang bayi berusia satu tahun dan lansia berusia 85 tahun. 

Otoritas setempat menyatakan tujuh orang saat ini berada dalam kondisi kritis.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan pejabat berwenang, kereta yang membawa sekitar 171 penumpang tersebut sedang menempuh perjalanan dari Bangkok menuju provinsi Ubon Ratchathani. Sebagian besar penumpang terdiri dari pelajar dan pekerja.

Insiden terjadi sekitar pukul 09:00 waktu setempat (02:00 GMT). Berdasarkan laporan media lokal The Nation, crane tersebut sedang mengangkat bagian beton besar sebelum akhirnya jatuh menimpa kereta.

Seorang kru kereta yang selamat, Thirasak Wongsoongnern, menceritakan bahwa para penumpang terlempar ke udara saat benturan terjadi. Sementara itu, seorang saksi mata bernama Maliwan Nakthon menggambarkan situasi mencekam.

"Awalnya ada serpihan kecil seperti fragmen beton yang jatuh. Tak lama kemudian, crane itu merosot perlahan lalu menghantam kereta dengan sangat keras. Seluruh kejadian berlangsung kurang dari satu menit," ujar Maliwan, melansir BBC.

Perusahaan kereta api negara, State Railway of Thailand (SRT), langsung melakukan penyelidikan dan mengumumkan langkah hukum terhadap perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab, yaitu Italian-Thai Development Public Company Limited. Kerugian awal akibat kerusakan gerbong kereta diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta baht (sekitar Rp485 miliar). 

Pihak Italian-Thai Development telah menyatakan penyesalan mendalam dan berjanji akan memberikan kompensasi serta bantuan bagi keluarga korban meninggal maupun luka.

Proyek konstruksi tersebut merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api layang senilai USD5,4 miliar yang didukung China untuk menghubungkan Bangkok dengan Laos. Sementara Kedutaan Besar China di Thailand telah mengklarifikasi tidak ada perusahaan konstruksi atau pekerja asal China yang terlibat langsung dalam insiden tersebut.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mendesak adanya pertanggungjawaban hukum yang tegas. "Kecelakaan seperti ini hanya bisa terjadi karena kelalaian, pengabaian prosedur, penyimpangan desain, atau penggunaan material yang tidak tepat," tegas Anutin saat meninjau lokasi kejadian.

Catatan menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya perusahaan kontraktor tersebut terlibat masalah hukum. Tahun lalu, petinggi dan insinyur perusahaan yang sama didakwa atas kelalaian profesional terkait runtuhnya gedung pencakar langit di Bangkok.

Tragedi ini kembali menyoroti lemahnya penegakan standar keamanan di Thailand, di mana kecelakaan fatal di sektor transportasi dan konstruksi masih sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement