Baru-baru ini, China menawarkan kepada orang tua 3.600 yuan (sekitar Rp8 juta) untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun. Beberapa provinsi juga memberikan bonus bayi mereka sendiri, termasuk pembayaran tambahan dan cuti melahirkan yang diperpanjang.
Sejumlah insentif ini menimbulkan kontroversi. Sebagai contoh, pajak baru sebesar 13% untuk alat kontrasepsi—termasuk kondom, pil KB, dan alat kontrasepsi lainnya—memicu kekhawatiran tentang kehamilan tidak diinginkan dan angka penularan HIV.
Dilansir BBC, China memiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia, sekitar satu kelahiran per wanita, di bawah tingkat penggantian populasi sebesar 2,1. Negara-negara lain di kawasan ini, seperti Korea Selatan dan Singapura, selain juga memiliki tingkat kesuburan rendah.
Negeri Tirai Bambu juga merupakan salah satu negara termahal untuk membesarkan anak, menurut laporan 2024 oleh Institut Penelitian Populasi YuWa di Beijing.