Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri AS membantah tudingan tersebut. Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, mengatakan bahwa Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) tidak menargetkan anak tersebut.
“ICE tidak menargetkan seorang anak,” kata McLaughlin dalam pernyataan tertulis. Ia menyebut ayah Liam, Adrian Alexander Conejo Arias, warga negara Ekuador yang berada di AS secara ilegal, ditangkap setelah berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki dan “meninggalkan anaknya”.
McLaughlin menambahkan bahwa demi keselamatan Liam, seorang petugas ICE tetap bersamanya dan ayahnya kemudian meminta agar anak tersebut tinggal bersamanya. Keduanya kini berada di pusat penahanan keluarga imigrasi di Dilley, Texas.
Pejabat sekolah menyebut keluarga tersebut datang ke Amerika Serikat pada 2024 dan masih memiliki proses suaka yang aktif. Mereka belum menerima perintah deportasi.
“Mengapa menahan anak berusia 5 tahun?” kata Stenvik. “Tidak masuk akal menganggap anak ini sebagai ancaman atau penjahat.”