Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Bangladesh menunjukkan penguatan, yang ditandai antara lain dengan rencana pembukaan jaringan ritel Alfamart Indonesia di Bangladesh serta keberlanjutan investasi PT Jafpa Comfeed Indonesia di sektor peternakan. Kehadiran investasi Indonesia tersebut menjadi wujud nyata kontribusi Indonesia dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dari sisi potensi pasar, Bangladesh memiliki jumlah penduduk sekitar 175 juta jiwa dengan kelas menengah yang terus tumbuh dan diperkirakan mencapai 20 persen atau sekitar 40 juta jiwa pada 2025. Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil, rata-rata di atas 6,8 persen sejak 2011, Bangladesh menjadi mitra strategis bagi Indonesia dan membuka peluang besar untuk peningkatan perdagangan dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Selain kerja sama ekonomi, Dubes Listyowati menegaskan pentingnya penguatan kemitraan di bidang lainnya, termasuk keamanan dan pertahanan.
Dubes Listyowati menambahkan, Indonesia akan mengemban amanah sebagai Chair Developing Eight (D-8) dan berharap Bangladesh dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda dan inisiatif D-8 guna mendorong kerja sama negara-negara berkembang, khususnya di bidang ekonomi halal, ekonomi biru, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia dan Bangladesh juga terus memperkuat kerja sama dalam berbagai organisasi dan forum internasional di kawasan. Pada saat yang sama, Indonesia turut mendorong penguatan kerja sama people-to-people, antara lain melalui pemberian beasiswa, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat dan pembangunan sumber daya manusia kedua negara.