Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

11 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Minggu, 25 Januari 2026 |20:34 WIB
11 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, Ini Identitasnya
Korban Longsor Cisarua Bandung Barat (Foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA - Proses identifikasi korban longsor dan banjir bandang di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih terus berlangsung. Hingga Minggu (25/1/2026), sebanyak 11 jenazah korban bencana tersebut telah berhasil diidentifikasi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, berdasarkan data terbaru, sebanyak 25 kantong jenazah telah diterima di Pos DVI. Jumlah tersebut bertambah setelah tim menemukan tiga jenazah utuh tambahan di lokasi bencana.

"Dari total 25 kantong jenazah, sebanyak 11 jenazah telah teridentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem," ujar Hendra, Minggu (25/1/2026).

Adapun identitas korban yang telah teridentifikasi sebagai berikut:

- Suriana (L), 57 tahun

- Jajang Tarta (L), 35 tahun

- Dadang Apung (L), 80 tahun

 

- Nining (P), 40 tahun

- Nurhayati (P), 42 tahun

- Lina Ismayanti (P), 43 tahun

- M. Kori (L), 30 tahun (teridentifikasi dari satu potongan tubuh berupa tangan)

- Al-Sumari (L), 35 tahun

- Koswara (L), 40 tahun

- Koswara (L), 26 tahun

- Ayu Yuniarti (P), 31 tahun

“Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta ketelitian ilmiah,” katanya.

 

Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi akibat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

Operasi pencarian rencananya akan kembali dilanjutkan pada esok hari. Hingga saat ini, masih terdapat korban yang diduga tertimbun dan belum berhasil dievakuasi.

Tim DVI menyampaikan bahwa proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat apabila kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan utuh dan dilengkapi identitas pendukung.

Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, seperti bagian kaki atau tangan, dibutuhkan waktu lebih lama guna proses pencocokan data ante mortem.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement