Ia menyebut telah membangun sistem digitalisasi yang memungkinkannya memantau pergerakan minyak dan keuangan secara real-time melalui gawai pribadinya.
"Saya bisa ikutin semua minyak, uang, semua saya bisa ikutin. Sehingga mereka enggak bisa bohongin kami. Pak Jaksa bisa ke Pertamina bisa lihat semua digital lari ke mana, sampai kapal delay berapa hari saja Pak ya, saya bisa curiga ada 'kencing' atau enggak," kata Ahok.
Dalam kesaksiannya, Ahok juga menyinggung terbatasnya wewenang dewan komisaris dalam menindak direksi yang bermasalah karena adanya intervensi langsung dari Kementerian BUMN.
Ia menyebut keputusan mengangkat atau mengganti direksi seringkali di-bypass oleh menteri BUMN tanpa melalui dewan komisaris.
"Sayangnya 2 tahun terakhir keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui dekom sama sekali, langsung di-bypass oleh menteri BUMN," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)