Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyebut OMC yang dilakukan di Jabodetabek menunjukkan hasil cukup efektif. Bahkan, mengurangi intensitas hujan hingga 35%. "Jabodetabek (berkurang) 35%," ujarnya.
Meski demikian, Budi mengatakan bahwa BMKG telah memberikan imbauan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung pada Februari.
"Secara klimatologi berdasarkan data historis, wilayah Jabodetabek puncak musim hujan justru di bulan Februari," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )