“Kalau belum paham penjelasan Presiden secara rinci, tentu berpotensi berbeda pendapat. Tapi setelah mendengarkan langsung, alhamdulillah bisa saling memahami dan memberi masukan,” katanya.
Nasaruddin menjelaskan, Kementerian Agama telah proaktif menjelaskan sikap dan pernyataan Presiden di forum internasional kepada publik dan ormas-ormas Islam. Upaya tersebut dilakukan melalui empat seminar nasional dan internasional yang melibatkan para ulama, akademisi, dan pakar dari berbagai negara.
“Kami mengartikulasikan statement Bapak Presiden di luar negeri dalam bentuk makalah ilmiah. Banyak yang tadinya salah paham, tapi setelah membaca hasil kajian para pakar, akhirnya memahami visi Presiden yang sangat future oriented,” ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)