“Sulawesi Selatan adalah gerbang Indonesia Timur. Ini wilayah strategis dan harus menjadi pusat perjuangan Partai Perindo. Bukan karena sumber daya alam saja tapi karena sumber daya manusianya. Tanpa kapasitas yang mumpuni, pengelolaan sumber daya alam justru bisa jadi petaka,” ujarnya.
Bagi Angela politik harus dimaknai sebagai sarana memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Oleh karena itu, Partai Perindo terus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan tidak meninggalkan rasa empati terhadap masalah rakyat.
Dengan mengusung semangat Energi Baru Indonesia, Angela menegaskan bahwa Partai Perindo hadir sebagai partai petarung yang mengandalkan kerja nyata dan konsistensi, bukan sekadar janji.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, Angela menyoroti nilai lokal Siri’ na Pacce sebagai ruh gerakan partai. “Bagi Perindo, Siri’ dimaknai sebagai komitmen menjaga kehormatan partai melalui kerja nyata, sementara Pacce menjadi dasar empati untuk hadir dan peduli terhadap kesulitan rakyat, khususnya petani, nelayan, dan pedagang kecil.”